Friday, September 02, 2011

Pohon Dosa~



Dalam satu kampung, ada dua pohon yang sedang ranum berbuah. Satu pohon tersebut, daunnya cantik sekali ditambah hias dengan buah yang begitu menawan setiap mata yang memandang. Buahnya sedang masak ranum. Setiap yang memandang pasti akan terliur ingin merasai nikmat kelazatan buah itu. Di seberang jalannya pula, terdapat sepohon pokok yang tampak amat segar, tapi tak semenarik pohon yang tadi itu. Sifatnya sedang-sedang sahaja. Tapi pohon itu kelihatan bersih sekali.

Ada tiga manusia tiba di kampung itu. Ketika melalui jalan tersebut, mereka terpandang akan dua pohon tersebut. Yang pertama, terus meluru ke arah pohon yang sangat indah itu, tanpa soal bicara. Memetik buah ranum itu lalu menikmatinya hingga puas. 

Yang kedua, berhenti merenung, seolah memikir mana satu yang terbaik. Lalu, perlahan-lahan menuju ke arah yang indah itu juga. Diam-diam memetik, menyimpan dalam koceknya. Kemudian tuju pula ke arah yang satu lagi. Memetik, terus menikmatinya di situ.

Yang ketiga, agak lama di pertengahan jalan itu. Merenung ke arah dua-dua pohon, lalu bertafakur seakan memikirkan kesan dan akibatnya jika menikmati hasil dari pohon-pohon itu. Membuka mata, dan tersenyum. Lantas tenang menuju ke arah pohon yang sederhana itu. Menikmati hasilnya dengan penuh rasa syukur dan tenang.


*Ada yang fahami kisah ini?*



14 comments:

ORLANDO AHMAD said...

syukur benteng kufur

feyza said...

yang ketiga itu juga yang baik =D

attholib said...

tepuk akal tanya fikiran..

ps: Salam perkenalan!

penjajah minda said...

hidup perlukan pilihan.bersyukur dengan apa yang tuhan berikan.

Cikli said...

emm... musafir boleh buka puasa. tapi pokok tu ada tuan ke tidak?

ewanthology said...

tak berapa nak paham...

kesimpulannya?

Unknown said...

faham.
senyum.
senyum.
senyum.

~Kenanga Suchi~ said...

ORLANDO AHMAD:
syukur dengan nikmat.

~Kenanga Suchi~ said...

Miscellaneous Smiles:
yang terbaik.
tapi tak mudah digapai.

~Kenanga Suchi~ said...

Mutalib attholib:
moga fikiran ikut iman.

~Kenanga Suchi~ said...

penjajah minda:
pilihan itu ada.
pada kita memilihnya.

~Kenanga Suchi~ said...

Cikli:
ada.
Tuhan itu tuannya.

~Kenanga Suchi~ said...

delarocha:
pada tersirat pohon dosa.

~Kenanga Suchi~ said...

dayya:
=)