Wednesday, June 22, 2011

Cermin...

Aku masuk dalam rumah usang itu... sunyi sepi suasananya... hanya kesuraman yang menghiasi ruang-ruang kosong itu... seakan sudah lama ditinggalkan... rumah usang yang tidak berpenghuni lagi... tiba-tiba kedengaran sayup-sayup suara gelak ketawa... tercari-cari di mana arahnya... suara itu kian menghilang... sepi kembali menghantui suasana... 

Terus melangkah hingga tiba di hadapan sebuah cermin panjang... Berdiri di depan cermin... lihat tepat objek di hadapan itu... seorang wanita sedang berdiri dalam cermin itu... kusut sekali wajahnya... siapakah dia... hairan... pelik... bagaimana boleh dia terlepas ke dalam cermin itu... mengapa dia ada di situ... apa yang dia buat di situ...

Dia pandang aku tajam... tembus terus ke dalam retina mataku... seolah-olah ada dendam yang terpendam... aku kaget... apa dalam fikirannya... marahkah dia padaku... benci amatkah padaku... memandang seakan ingin menelan setiap inci tubuhku...

Aku ingin lari... kaki kaku di situ... tidak boleh melangkah... seakan sudah digamkan pada lantai kayu itu... ingin menjerit... namun suara langsung tidak kedengaran... beranikan diri bertanya...

"Siapakah kau...?"
"Aku adalah kau... sudah lupakah akan dirimu sendiri...?"

"Apa yang kau buat di dalam situ...?"
"Aku sedang menunggu kamu pulang... menjadi aku kembali..."

"Maaf... aku tak ingin menjadi kau kembali... aku ingin bebas di luar sana... tak ingin tersekat di sini lagi... aku harus pergi..."
"Kalau begitu... pergilah... tinggalkan aku terpuruk sepi di sini... biar aku mati di mamah waktu... jangan pernah kau kembali lagi... lupakan saja aku..."

Lalu aku terus melangkah meninggalkan 'aku' itu sendirian... tanpa menoleh lagi... khuatir jika menoleh... aku mungkin berundur ke belakang kembali bersamanya...


 "Cermin yang menghantui hidupku..."



30 comments:

Mawar Berduri said...

wanita dalam cermin itu mempunyai dendam. jika tidak, dia tidak akan menunggu kepulanganmu.

pergilah jauh dari cermin itu, carilah cermin yang baru untuk menemui wanita yang tidak menyimpan dendam terhadapmu.

feyza said...

cool =)

ak fhm mksdnya..=)

~Kenanga Suchi~ said...

Mawar Berduri : aku telah tinggalkan cermin itu... dan punyai cermin yang baru... yang punya kelembutan hingga mampu tundukkan keegoanku...

~Kenanga Suchi~ said...

Miscellaneous Smiles : :) tentu skali kau dapat memahami...

PenjuruKosong said...

tinggalkan saja 'kamu' di situ
'kamu' itu kisah silam kamu

jadilah diri kamu
kamu yg lebih baik~~

~Kenanga Suchi~ said...

CassiaSiamea : aku telah tinggalkan dia di situ... kini sedang melakar wajah baru... berharap wajah baru akan berseri selalu...

.drakula. said...

peh!macam cinta maut ni...keh3!

NEPH said...

Jangan dibuang cermin yang lamer..biarkan sahaja cermin yang lama...jika dikumpul dan jadikan ia senjata pantullan maka boley menjadi satu senjata yang hebat...bisa membinasakan org yang cuba merampas...merampas wajah lamer itu...

adakah diri tahu bhwa dengan wajah baru masih tidak dpt mengubat jika hati itu bukan yang baru...masakan kita gantikan hati?

Bidadari Syurga said...

meninggalkan aku untuk mencari keredhaan 'AKU' lebih indah... sementara hati dan jasad awak kuat untuk melawat aku... rasanya satu kemenangan buat diri sendirikan...?

p/s: saya juga pernah mengalam jatuh bangunnya diri... ada yang tersungkur dan tiada siapa yang hulurkan tangan... sekadar memandang... dan akhirnya saya mengadu kepada 'AKU'... yang setia menunggu hambanya yang ingin kembali menyintainya tanpa sempadan.

~Kenanga Suchi~ said...

RepublicAku : erkk...adehh... mana datang lak cinta maut ni...haha...

~Kenanga Suchi~ said...

skemaituehot : aku tidak pernah membuangnya... cuma meletaknya jauh... sesekali akan pulang menjenguk agar kenal kembali siapa aku dulu... supaya tidak berulang lagi kesilapan dulu...

hati memang tidak boleh diganti... hati ini tetap yang dlu tetapi telah diupgrade menjadi lebih baik... :)

~Kenanga Suchi~ said...

Cik Bidadari : aku terpaksa lawat 'aku' untuk kenang kembali zaman itu... untuk aku sesali apa yang terjadi... untuk aku lebih dekat pada-NYA...

segala yang pernah aku lewati satu masa dulu ajar aku untuk berdiri teguh hari ini... untuk aku lewati hari yang mendatang di jalan yang terang... semoga tiada lagi kekhilafan yang membunuh hatiku...

NEPH said...

Bagus la begitu...diri ini suka mendengarnya...upgrade kan lah diri itu dengan mencari dan menambah iman...ia boleh digapai dengan amal...jadi jagalah hati, jangan kau kotori dek debu pemusnah.

~Kenanga Suchi~ said...

skemaituehot : aku cuba... masih mencuba... dan akan terus berusaha... usir debu2 pemusnah itu... bukan mudah... pelbagai keperitan aku hadapi... namun aku harus kuat... sakit... itu sudah tentu... tapi mengalah itu bukan aku...

NEPH said...

yah...kuat ya...huhu.

farshi turob yadumuni wahuwa ridhooi...hawwil rimalitawuffuli bawwil waraiiiii...ini debu lain...ia menceritakan perjalanan kiter ke kubur...

~Kenanga Suchi~ said...

skemaituehot : makasih ya... aku hargai itu... :)

penjajah minda said...

cermin.mendalam tue

~Kenanga Suchi~ said...

penjajah minda : cermin diri sendiri... hehe...

pisau belati said...

Pembunuh Tanpa Bayang :

imbasan silai menghantui.
kenapa tidak saja kau pecahkan cermin itu? takut nanti satu masa kau datang lagi untuk bertanya tentang masa silam kau.






lupakan yang terdahulu.

Cikli said...

wajah dalam cermin terkadang menakutkan walaupun kita tahu dari mana dia datang

Niena Muhammad said...

aku itu marah kerana aku meninggalkan aku.. aku itu ingin kembali ke dalam aku, tapi aku tidak mahu terus selamanya bersama aku yang lama.. dia ingin terus prgi berlalu mencari aku yang baru..

ghost said...

'aku' mungkin adalah kisah silam yang ingin ditinggalkan dan cuba menarik aku untuk kembali menjadi' aku' semula..tapi ternyata aku sudah cukup kuat untuk menjadi aku yang baru..

~Kenanga Suchi~ said...

pisau belati : satu masa aku pasti akan pecahkan jua cermin itu... sekarang aku tengah mengumpul kekuatan sedalamnya... agar berhasil nanti usahaku...



aku ingin melupakan...

~Kenanga Suchi~ said...

Cikli : aku takut akan wajahku sendiri... walau aku tahu itu aku...

~Kenanga Suchi~ said...

niena shopping2u : ya kamu tepat sekali... aku itu takut 'aku' akan menghantui dunianya semula...

~Kenanga Suchi~ said...

ghost writer : kamu benar wahai hantu... 'aku' itu seakan ingin menarik aku kembali kepada yang dulu... berpatah balik bukan yang terbaik bagiku...

Fahmi Jaafar said...

wah ingatkan fiction je bile bace tadi.. baru faham... :)

vampire's lovex said...

jiwa dalam diri pon nak sesuatu yang lain dari biasa.... itu la bosan,bosan itu la yang keluar dari bdan 'aku' tu....mncari sesuatu yg baru,yg mnyeronokkan ...


sedp je aku merepek...kekeke

~Kenanga Suchi~ said...

peep : fiction? hehe...

~Kenanga Suchi~ said...

vampire's lovex : bukan merepek tapi kenyataan... itu yang aku rasa mungkin... hehe