Showing posts with label Sedih. Show all posts
Showing posts with label Sedih. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Walang...

Selak jendela...
Renung ke situ...
Tiada kelibat...

Selak lagi jendela...
Tiada juga...
Kembali duduk...

Selak lagi menjenguk...
Eh... ada... hmm...
Tidak memandang ke sini...

Oh... barangkali tidak mahu diganggu...
Renung dari jauh... segan menegur...

Tutup jendela...
Duduk diam di sudut...


"Merenung ke luar jendela..."

Tuesday, June 07, 2011

Baik-baik Sayang...

Suara hati untuk seseorang yang teristimewa... Melalui bait-bait Baik-baik Sayang... ingin sekali engkau tahu... tentang itu... tentang segalanya...

Aku ingin engkau tenang selalu...
Aku ingin engkau bahagia selalu...
Aku ingin engkau gembira selalu...
Aku ingin engkau senyum selalu...

Jika aku mampu... ingin sekali aku temanimu...

di setiap lelah langkahmu...
di setiap derita hatimu...
di setiap detak jantungmu...
di setiap hela nafasmu...

Namun... aku hanya mampu melihat kau hadapi semua itu... sakit... pedih... derita... lelah... tanpa dapat kuberikan apa-apa... tanpa berdaya kuubati semuanya... kerna aku tidak punya hak itu...



"Seandainya aku mampu lukiskan pelangi selepas hujan buatmu..."



Thursday, June 02, 2011

Sayap Sang Rama-rama...

Seorang perwira berkata pada Sang Rama-rama... "Sang rama-rama cuma mau menjaga aset 'sayap' nya." Terfikir akan Sang Rama-rama itu... benar mungkin katanya Sang perwira...

Mungkin Sang Rama-rama itu takut sayapnya yang sudah pudar warna itu... akan terpalit kembali kotoran... dan kemudian akan melenyapkan sayap itu buat selama-lamanya...

Kerna Sang Rama-rama itu sedar... ke mana pun ia terbang... tingkahnya sedang diperhatikan oleh mata-mata itu... yang sedang menunggu masa menghapuskan sayapnya...



"Sayap itu tidak mudah disambung kembali pabila sudah patah..."



Wednesday, June 01, 2011

Rama-rama patah Sayapnya...

Sang rama-rama itu...
Baru ingin belajar terbang...
Telah patah sayapnya...

Salahkah ia hendak terbang sendirian...
Menikmati indah dunia sepertinya kamu...

Baru menjenguk dunia luar...
Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya...
Tidak mampu ia terus terbang...

Harus berehat mungkin...
Menunggu hujan itu reda...

Ia bukan ingin mengganggu sesiapa...
Hanya ingin bermain di daerah ini...
Jangan pernah tersalah duga...
Kerna ia bisa merubah segala...



"Sang Rama-rama itu malas dengan hidupnya..."



Tuesday, May 31, 2011

Sahabat atau Kekasih...

Sahabat atau kekasih...
Dua peranan yang pastinya berbeza...
Namun manusia jika diberi pilihan...
Pasti tetap sukar memilih antara dua itu...

Menyingkap tabir malam...
Buat aku terkenangkannya...
Sahabat itu... yang telah berlalu pergi...
Kerna terpaksa memilih antara dua itu...




Namun nyata pilihanmu itu kekasih hati...
Maka aku dan mereka akur dengan itu...

Dulu... kamu tempat aku melepaskan hiba...
Dulu... kamu tempat aku tertawa bersama...

Kini... tiada lagi semuanya itu...
Kini... ia hanya secebis kenangan...

Namun... aku tidak pernah mengalah...
Masih menanti kepulanganmu di sini...
Biarpun seberapa lamanya dinanti...
Kerna ikatan ini harusnya abadi...



"Jangan pernah lepaskan genggaman tanganku ini..."


Monday, May 30, 2011

Belati tajam menusuk hatiku...

Jantungku berdetak laju... seakan ada yang tidak kena pada ketika ini... lantas aku menuju ke ruangan itu... sehadirnya aku di situ... terpana sekali aku melihatnya... ini rupanya yang menyesakkan dada aku sedari tadi...

Bicara itu... seakan belati tajam menusuk jantungku... Seenak mungkin Sang Teman itu melampiaskan bicara lisannya... seakan yakin dirinya tidak punya sebab untuk turut tersilap perhitungan... Biarpun bukan kepadaku tujunya... aku tetap turut merasa...

Sang Teman itu bagiku... seharusnya bersyukur tubuhnya terhindar dari dipalit kekotoran ini... jangan hanya meracuni hatimu dengan kecaman ke atas manusia lain... aku, kamu... dan mereka semestinya tidak pernah tahu akan percaturan Yang Maha Esa itu...

Kita mungkin pernah tersalah perhitungan... dalam langkah menuju redha-NYA... namun... tidakkah kita punya hak untuk sucikan diri dari kekotoran itu... untuk memulakan satu langkah yang baru...

Ya... salah itu tidak kusandarkan padamu... kerna aku tahu... kamu tidak pernah rasainya... hanya yang pernah lalui akan tahu rasanya itu... pedih tika belati itu menusuk hati...



"tusukan tajam itu harus disembuhkan buat selamanya..."


Thursday, May 26, 2011

Menangislah... Lepaskanlah...



Manusia bisa sakit...
Manusia bisa hiba...
Dalam atau luar...
Sakitnya tetap terasa...


Carilah jalannya...
Ubatilah ia...
Jangan disimpan...
Jangan dipendam...

Menangislah...
Lepaskanlah...



"Menangislah... tenangkanlah hatimu yang bergolak itu..."



"Maaf......."


Ucapan maaf... satu kata yang sangat penting... kadang-kadang dalam sedar atau pun tidak... mungkin kita telah menyakiti hati sesiapa saja... terutama orang yang kita sayang... Samaada dari segi perbuatan, percakapan atau apa saja puncanya...

Kadang-kadang kita tidak sedar yang tingkah kita tu telah menyebabkan mereka terasa hati... pergi menjauh dari kita... tapi... apa yang termampu kita lakukan... hanyalah "maaf......"... tanpa tahu di mana silapnya...





"Maaf itu tidak semudah pengucapannya..."