Pelangi itu indah bukan... seperti kamu... aku juga punya Sang Pelangi... Ia hadir tatkala diri ini diselimuti murung sepi... tatkala aku jatuh tak berdaya berdiri... Ia sinarkan warnanya menusuk hatiku... hingga terbuka pintu... yang kuncinya telah hilang dulu...
Aku lantas bangun gagah berdiri... mendongak ke langit... tersenyum melihat Sang Pelangi itu... bahagia... ya... terlalu... Aku pinta padanya... jangan pernah berlalu dari posisi itu... aku selesa Ia di situ..
Ia kelihatan gelisah... seperti tidak berdaya tunaikan apa pintaku... namun... tidak aku peduli kekalutannya itu... aku terus mengikat Ia di situ... kejam bukan aku ini...?
"Kau bawaku ke daerah bahagia itu..."
Sampai satu ketika itu... Sang Pelangi bersuara padaku... "Aku ini munculnya selepas hujan... dan akan pergi setelah mentari bersinar kembali..."
Aku kaget. Terdiam di kala itu... Bungkam. Apakah maksudmu wahai Pelangiku... aku tertanya sendiri tanpa mampu suarakan padanya... Sebak... itu yang aku rasa...
Namun... aku katakan jua padanya dalam senyuman... "walaupun Sang Pelangiku akan pergi... namun... kehadiranmu tetap kuhargai selamanya..." Kerna aku sedar... aku hanya akan bahagia pabila Ia bahagia... walaupun bukan bersamaku...
"Kau Pelangi di hatiku..."
Kini... pabila kenyataan terbentang... baru kufahami maksudnya itu... Ia adalah Sang Pelangiku... tetapi Sang Mentari bagi orang lain... Kini... Sang Pelangiku sudah beredar... menjadi Sang Mentari yang menyinari hidup Sang Puteri itu...
Aku tetap di sini... melihat sinarannya dari kejauhan... tenang... adakalanya gusar... tapi aku tetap bersyukur akan kewujudannya dalam hidupku... walaupun seketika itu melewati bahagia bersamanya... bertuah bukan aku... Terima kasih Sang Pelangiku...







